Mengenal Kota Nganjuk

Kabupaten Nganjuk adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Nganjuk. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang di timur, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Madiun di barat.

Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuna berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Caka atau 937 Masehi. Pada masa penjajahan Belanda, kabupaten ini disebut sebagai Kabupaten Berbek dengan Nganjuk sebagai ibu kotanya.

Selain itu Nganjuk juga dikenal dengan julukan Kota Angin.

Geografi
Kabupaten Nganjuk terletak antara 11105′ sampai dengan 112013′ BT dan 7020′ sampai dengan 7059′ LS. Luas Kabupaten Nganjuk adalah sekitar ± 122.433 Km2 atau 122.433 Ha yang terdiri dari atas:

* Tanah sawah 43.052.5 Ha
* Tanah kering 32.373.6 Ha
* Tanah hutan 47.007.0 Ha

Dengan wilayah yang terletak di dataran rendah dan pegunungan, Kabupaten Nganjuk memiliki kondisi dan struktur tanah yang cukup produktif untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan sehingga sangat menunjang pertumbuhan ekonomi dibidang pertanian. Kondisi dan struktur tanah yang produktif ini sekaligus ditunjang adanya sungai Widas yang mengalir sepanjang 69,332 km dan mengairi daerah seluas 3.236 Ha, dan sungai Brantas yang mampu mengairi sawah seluas 12.705 Ha.

Jumlah curah hujan per bulan selama 2002 terbesar terjadi pada bulan Januari yaitu 7.416 mm dengan rata-rata 436 mm. Sedangkan terkecil terjadi pada bulan November dengan jumlah curah hujan 600 mm dengan rata-rata 50mm. Pada bulan Juni sampai dengan bulan Oktober tidak terjadi hujan sama sekali.

Pembagian administratif

Nganjuk mempunyai 20 kecamatan dan 284 desa/kelurahan. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah:

1. Bagor
2. Baron
3. Berbek
4. Gondang
5. Jatikalen
6. Kertosono
7. Lengkong
8. Loceret
9. Nganjuk
10. Ngetos
11. Ngluyu
12. Ngronggot
13. Pace
14. Patianrowo
15. Prambon
16. Rejoso
17. Sawahan
18. Sukomoro
19. Tanjunganom
20. Wilangan

Transportasi

Nganjuk dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta, serta menjadi persimpangan dengan jalur menuju Kediri. Nganjuk juga dilintasi jalur kereta api Surabaya-Yogyakarta-Bandung/Jakarta.

Obyek Wisata

Beberapa obyek wisata di Nganjuk adalah

* Air Terjun Sedudo, yang terletak di lereng Gunung Liman,
* Monumen Gerilya Jenderal Sudirman di Bajulan – Loceret dan Sawahan,
* Air terjun Roro Kuning di Bajulan,
* Candi Ngetos di Kecamatan Ngetos,
* Jurang gatuk adalah sebuah jurang yang merupakan perpaduan dari lereng yang menyempit dan ada aliran air yang jernih juga ada kolam yang alami berada disana di kecamatan pace, sengkolak di ds gondang,
* Candi Lor di desa Candirejo, Kecamatan Loceret yang dibangun oleh Mpu Sindok pada tahun 859 Caka atau 937 M sebagai Tugu Peringatan kemenangan atas peperangan melawan musuhnya dari Melayu. Di sini juga terdapat batu bertulis yang memuat sebutan (toponimi) yang sangat dekat sekali ucapannya dengan Nganjuk, yakni Anjuk Ladang. Candi Lor ini merupakan bukti sejarah tentang keberhasilan Mpu Sindok mengalahkan musuhnya, dan sekaligus menandai berdirinya Kota Nganjuk.

Tokoh Nganjuk

Tokoh-tokoh yang dilahirkan di Nganjuk adalah:

* Dr. Soetomo, Pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia, pendiri Boedi Oetomo yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia.
* Marsinah, aktivis buruh wanita.
* Harmoko, mantan politikus di era Orde Baru, mantan Ketua MPR.
* Eko Patrio, merupakan Artis Ibukota, Anggota Pelawak Patrio.
* Vita KDI, merupakan pemenang KDI 5.

Kesenian Tradisional

* Tari Tayub
* Wayang Timplong
* Tari mung dhe

Makanan Khas

* Nasi becek
* Dumbleg
* onde-onde njeblos : semacam onde-onde tapi tidak berisi dan seperti bola yang meledak ditaburi wijen
* nasi pecel: semacam nasi yang ada sayurnya(kulup)di taburi dengan pedasnya sambal pecel, ciri khas asli nganjuk sangat pedas
* Nasi sambal tumpang, semacam sambal yang dibuat dari tempe dilumatkan dengan bumbu dan rasanya gurih dan pedas.

4 Comments

  1. hilmyabdan k said,

    November 29, 2010 at 10:28 am

    semoga nganjuk jadi kota yang maju

  2. Kiki said,

    February 8, 2011 at 7:14 am

    Apakah Ki Panut Darmoko dari Nganjuk???? kok ga ditulis??? dia yang uda bawa wayang sampek ke UNESCO, demi mewakili Nganjuk,,, dia lebih penting dr pd eko patrio dan Vita KDI

  3. PRIDADI IR said,

    June 27, 2011 at 9:07 am

    aku adalah orang nganjuk yang suka sekali ama keindahan kota ku walaupun banyak orang bilang kota nganjuk adalah kota mati, tapi itu semua tidak benar karena perlahan-lahan nganjuk udah mulai berkembang

  4. abbiibu said,

    February 10, 2015 at 9:10 am

    Ikut nimbrung di sekitar Nganjuk. Salam kenal dari Kami, Sanggar Rias Mbak Eli : http://riaseli.blogspot.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: