ANALISIS VALUE CHAIN

ANALISIS VALUE CHAIN GUNA MENINGKATKAN
KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA PERUSAHAAN RITEL

BAB I
PENDAHULUAN

11.Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi yang pesat sangat berdampak pada industri ritel di Indonesia. Pemanfaatan teknologi informasi menyebabkan perubahan yang luar biasa dalam persaingan dalam aspek produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, dan penanganan transaksi antara perusahaan dengan pelanggan dan perusahaan dengan supplier atau perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan ritel baru juga terus bermunculan dengan berbagai variasi produk dan layanan. Persaingan yang bersifat global dan tajam ini menyebabkan semakin tipisnya margin laba yang diperoleh oleh perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan ritel bertaraf nasional atau internasional.
Menurut Setiawan (2003), saat ini perusahaan tidak cukup hanya membuat analisa value added (nilai tambah) untuk menganalisa
Keadaan ini memaksa manajemen mencari berbagai strategi baru yang menjadikan perusahaan mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan tingkat dunia. Hanya perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan pada tingkat dunialah yang mampu bertahan dan berkembang, yaitu perusahaan-perusahaan yang fleksibel memenuhi kebutuhan konsumen, mampu menghasilkan produk yang bermutu, dan cost effective (Mulyadi, 1997).

Porter (1980) menyatakan bahwa persaingan dapat dipandang sebagai pengelolaan sumberdaya sedemikian rupa sehingga melampaui kinerja kompetitor. Untuk melaksanaknnya, perusahaan perlu memiliki keunggulan kompetitif yang merupakan jantung kinerja perusahaan dalam sebuah pasar yang kompetitif.

Untuk mengidentifikasi sumber-sumber dan potensi keunggulan kompetitif bagi suatu perusahaan, diperlukan suatu alat analisis yang disebut konsep value chain (Porter, 1985). Rerangka value chain (value chain framework) merupakan suatu metoda memecah rantai (chain), dari raw material sampai dengan end use costumer kedalam aktivitas-aktivitas stratejik yang relevan untuk memahami perulaku kos dan sumber-sumber diferensiasi, karena suatu aktivitas biasanya hanya merupakan bagian dari set aktivitas yang lebih besar dari suatu sistem yang menghasilkan nilai (Shank dan Govindarajan, dalam Reading in Management Accounting, 1997).

Keunggulan kompetitif akan dapat dicapai bila perusahaan mampu memberikan customer value yang lebih tinggi dari kompetitor untuk kos yang sama atau customer value yang sama untuk kos yang lebih rendah. Jadi esensi analisis value chain adalah menentukan secara tepat di mana segmen perusahaan dalam chain mulai dari desain sampai dengan distribusi, kos dapat diturunkan atau customer value dapat ditingkatkan.

Artikel ini memaparkan pentingnya bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan aktivitas-aktivitas dengan strategiknya dengan analisis value chain. Dengan melakukan analisis value chain perusahaan akan dapat mengerti dimana posisi cost dapat diturunkan atau customer value dapat ditingkatkan karena pengelolaan cost yang efektif memungkinkan perusahaan untuk memiliki keunggulan kompetitif sehingga mampu bersaing di pasar global.

Written by:
HOME STATISTICS
Jl. A.R. Saleh 27 Nganjuk
(0358)7633979
Melayani:
Paket skripsi, tesis, makalah, PTK, KTI, dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: